Perjalanan panjang sebuah warisan kuliner yang lahir dari kesabaran, ketekunan, dan cinta terhadap cita rasa autentik Pasundan.
Bapak Encup Supriadi Memulai perjalanan Warung Bakakak Sampurasun Nusasari dari sebuah langkah kecil penuh kesabaran. Sejak tahun 1994, beliau merintis usaha ini di Cisalak, Cimanggu, Subang, hanya dengan bangunan sederhana berukuran 10 X 4 Meter. Berbekal resep turun-temurun kebanggaan keluarga, beliau menjaga keaslian bakakak ayam kampung khas Subang yang kini telah dinikmati oleh lintas generasi.
Tanpa karyawan di masa awal, seluruh proses mulai dari menyiapkan bahan hingga membakar ayam dikerjakan sendiri dengan penuh kesungguhan. Konsistensi menjaga rasa inilah yang membawa usaha keluarga ini tumbuh dan kini dicintai pelanggan dari berbagai daerah.
Di sebuah sudut sunyi yang terpencil, di atas tanah sempit berukuran 10×4 meter, takdir Parantina Nusasari mulai ditempa oleh tangan-tangan yang tak kenal lelah. Pak Encup dan istri, tanpa bantuan karyawan maupun kemewahan sistem, menyatukan keringat dan kasih sayang dalam kepulan asap bakaran ayam di gubuk yang sederhana. Meski dunia tak melihat perjuangan sunyi mereka saat itu, ketulusan melayani yang lahir dari keterbatasan justru menjadi bumbu rahasia yang tak tertandingi sebuah pengingat abadi bahwa legenda tidak dibangun dalam kemewahan, melainkan dari bara kesabaran yang tak pernah padam.
Kami tidak memasak dengan cepat karena rasa sejati tidak lahir dari tergesa. Ayam kampung asli, dibakar perlahan tanpa rebusan. Bukan soal lama tapi soal menghormati proses. Dari Cisalak hingga kini, filosofi kami sederhana: jujur pada bahan setia pada proses dan menjaga kepercayaan.
Dua sosok penting yang membawa warisan ke generasi selanjutnya
Visioner Awal
"Pada tahun 2023, dimulailah pengembangan cabang dengan nama Sampurasun Nusasari, sebuah langkah ekspansi yang tetap berpegang pada nilai, rasa, dan filosofi yang telah dibangun sejak 1996."
"Ekspansi ini dipimpin oleh Hendra Cihø bersama Ridwan Amin (almarhum), dengan komitmen menjaga keaslian bakakak ayam kampung khas Jawa Barat sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman."
Pengembang Bisnis
Proses yang tidak bisa dipersingkat
Ayam dibakar dengan api kecil agar panas masuk perlahan ke dalam daging tanpa membuat bagian luar cepat kering.
Api tetap dijaga kecil dan stabil. Bumbu mulai meresap lebih dalam, lemak alami ayam meleleh perlahan.
Ayam kembali dibakar untuk penyempurnaan. Proses ini menyatukan panas, asap, dan bumbu agar matang dengan baik.
Momen-momen yang mengukir sejarah
Bergabunglah dengan kami dalam melanjutkan warisan rasa autentik Pasundan atau kunjungi langsung untuk merasakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.